Cara Mudah Membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP

Cara Mudah Membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP

Admin
Admin・ 1 Februari 2022
10 min read ・ 408 views

CakePHP adalah salah satu framework PHP yang mengadaptasi konsep arsitektur MVC (Model View Controller) dan ORM (Object Relational Mapping). CakePHP memberikan seluruh fasilitas yang Anda perlukan untuk merancang aplikasi web dengan cepat. Jika Anda tertarik untuk membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP, pastikan untuk memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Sebenarnya cara membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP cukup mudah. Namun, Anda harus teliti dan telaten karena banyak aturan yang harus Anda pahami

Inilah Cara Membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP

Berikut adalah penjelasan mengenai cara membuat aplikasi PHP dengan CakePHP dengan mudah. Pada pembahasan kali ini Anda akan mempelajari cara membuat aplikasi web untuk mengelola koleksi buku. Namun, sebelum membahasnya lebih lanjut, Anda bisa menyimak dulu cara instalasi aplikasi CakePHP berikut ini :

Bagaimana Cara Instalasi CakePHP?

Sebelum membuat aplikasinya pastikan Anda telah mendownload source file CakePHP. Sebaiknya, pilihlah file CakePHP versi terbaru yang sudah dirilis ke publik, yaitu 2.2.1. Setelah itu, silahkan ekstrak source file tersebut dan taruh di DocumentRoot. Di XAMPP, default lokasi DocumentRoot akan menjadi C:\xampp\htdocs\. Selain di XAMPP, Anda juga boleh meletakkan source file pada direktori khusus.

Bagaimana Cara Mengkonfigurasi Aplikasi?

Setelah menginstall CakePHP, kini saatnya Anda mengatur konfigurasi aplikasi yang akan dibuat. CakePHP menyimpan seluruh file konfigurasi tersebut pada direktori app/config.

1.     Cara Mengkonfigurasi Database

CakePHP berfungsi untuk melakukan penyimpanan konfigurasi database yang dipakai di aplikasi web pada sebuah file yang bernama nama database.php. Contohnya dapat juga Anda temukan  di file app/config/database.php.default. Selanjutnya, silahkan ubah nama file tersebut menjadi database.php kemudian sesuaikan konfigurasi database yang berada di file tersebut.

Berikut adalah contoh konfigurasi database menggunakan CakePHP:

class DATABASE_CONFIG {

public $default = array(

‘datasource’ => ‘Database/Mysql’,

‘persistent’ => false,

‘host’ => ‘localhost’,

‘login’ => ‘root’,

‘password’ => ”,

‘database’ => ‘CakePHP’,

‘prefix’ => ”,

//’encoding’ => ‘utf8’,

);

public $test = array(

‘datasource’ => ‘Database/Mysql’,

‘persistent’ => false,

‘host’ => ‘localhost’,

‘login’ => ‘root’,

‘password’ => ”,

‘database’ => ‘CakePHP’,

‘prefix’ => ”,

//’encoding’ => ‘utf8’,

);

}

2.     Cara Mengkonfigurasi Core

Cara mengkonfigurasi core cukup mudah. Anda hanya perlu mengedit file app/config/core.php dan mengganti Security.cipherSeed dan nilai Security.salt dengan cara sebagai berikut :

/**

* A random string used in security hashing methods.

*/

Configure::write(‘Security.salt’, ‘DYhG93b0qyJfIxfs2guVoUubWwvniR2G0FgaC9mialfin’);

/**

* A random numeric string (digits only) used to encrypt/decrypt strings.

*/

Configure::write(‘Security.cipherSeed’, ‘768593096574535424967496836452383’);

Selanjutnya, kedua variabel itu harus Anda ganti, jika  tidak maka akan muncul notice (peringatan) di tampilan default homepage aplikasi web yang sedang Anda buat.

Bagaimana Membuat Struktur Database?

Adapun langkah-langkah dalam membuat tabel di database menggunakan CakePHp adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE books (

id INTEGERUNSIGNEDNOTNULLAUTO_INCREMENT,

title VARCHAR(100)NULL,

author VARCHAR(100)NULL,

description TEXT NULL,

price DECIMAL(10,2)NULL,

created DATETIME NULL,

modified DATETIME NULL,

PRIMARYKEY(id)

);

Selanjutnya, silahkan tambah beberapa data pada tabel tersebut, seperti contoh berikut :

INSERT INTO `books` (`id`, `title`, `author`, `description`, `price`, `created`, `modified`) VALUES

(1, ‘Learning jQuery 1.3’, ‘Jonathan Chaffer, Karl Swedberg’, ”, 40.00, NOW()),

(2, ‘jQuery in Action, Second Edition’, ‘Bear Bibeault dan Yehuda Katz’, ”, 50.00, NOW()),

(3, ‘Hubby La Vita Nova’, ‘Alfin Arifin’, ‘buku ini menceritakan kisah cinta antara anak calon Paskibraka Provinsi Jawa Barat’, 35000.00, NOW()),

(4, ‘Aplikasi Pengajuan Judul TA’, ‘Samsul Arifin’, ‘Aplikasi ini dibuat untuk tujuan membantu para Mahasiswa untuk mengajukan judul Tugas Akhir mereka’, 50.00, NOW());

Contoh ini didesain dengan menyesuaikan aturan (konvensi) pada CakePHP saat sedang melakukan penamaan tabel, yakni dengan memakai kata plural (books) dan primary key id. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir jika ingin mengubahnya karena aturan ini tidak terlalu mengikat. Anda juga boleh tidak mengikuti aturan tersebut.

Bagaimana Membuat Model?

Model merupakan bentuk representasi dari suatu data. Saat menggunakan CakePHP, file class yang digunakan untuk mendefinisikan Model harus ditaruh dalam folder /app/models. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan untuk mendefinisikan class Model :

<?php

/* File: /app/models/books.php */

class Book extends AppModel {

var$name=’Book’;

}

?>

Cara bolleh Anda gunakan saat mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh CakePHP, yaitu mengharukan nama tabel menggunakan bentuk plural dari nama model dan CamelCase, selain itu primary key dari tabel juga harus memakai nama field id.

Bagaimana Cara Melakukan Controller?

Cara membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP berikutnya adalah dengan melakukan controller menggunakan nama books_controller.php. Simpan file tersebut di folder /app/controllers/.

Selanjutnya deklarasi class BooksController di atas secara otomatis akan memanggil class Model sesuai dengan nama Book. Meski begitu, Anda juga boleh menentukan model mana saja yang akan digunakan untuk controller tersebut yang sesuai dengan variabel $uses. Adapun contohnya adalah sebagai berikut:

<?php

class BooksController extends AppController {

var$name=’Books’;

var$uses=array(‘Book’,’OtherModel’);

}

?>

Dalam contoh kode sebelumnya, model yang digunakan memakai dua jenis , yakni Book dan OtherModel. Sedangkan jika Anda tidak membutuhkan jenis Model pada Controller, Anda boleh mendeklarasikan variabel $uses tadi menggunakan array kosong seperti contoh dibawah ini.

<?php

class BooksController extends AppController {

var$name=’Books’;

var$uses=array();

}

?>

Selanjutnya, silahkan tambah fungsi index di setiap class yang bertujuan untuk menampilkan daftar buku. Fungsi index adalah jenis fungsi spesial di CakePHP karena Anda boleh mengaksesnya cukup dengan menyebutkan namacontroller-nya saja. Mudah, kan? Dengan begitu, untuk kasus seperti ini Anda boleh mengaksesnya dengan menggunakan browser di alamat URL http://localhost/CakePHP/books/index atau http://localhost/CakePHP/books.

<?php

/* File: /app/controllers/books_controller.php */

class BooksController extends AppController {

var$name=’Books’;

function index(){

$this->set(‘books’,$this->Book->find(‘all’));

}

}

?>

Adapun guna dari Fungsi set() pada cuplikan kode sebelumnya adalah untuk mengisi variabel dengan nilai tertentu yang nantinya dapat diakses oleh View. Dalam kasus ini, variabel yang dimaksud adalah books.

Apa Itu View?

View adalah salah satu komponen yang bertugas untuk mengatur tampilan untuk dikirimkan ke web browser. Pada tools CakePHP view terletak di bagian folder /app/views lalu dikelompokkan pada folder tertentu yang akan diberi nama sesuai dengan nama controller-nya.

Sebagai contoh, berhubung nama controller di aplikasi ini adalah Books (pastikan untuk menyesuaikan dengan deklarasi variable $name pada BooksController), maka Anda harus bisa membuat folder books di /app/views. Selanjutnya, pada folder books tadi Anda harus membuat file view yang digunakan untuk mengatur tampilan web. Nama file tadi harus disesuaikan dengan nama fungsi yang ada pada controller dan menggunakan ekstensi .ctp. Berikut merupakan contoh dari penggunaan view untuk mengatur tampilan menggunakan fungsi index di atas tadi.

<script src=”../../../../jquery-1.7.2.min.js”></script>

<?php

/* File: /app/views/books/index.ctp */

?>

<h1><b>Daftar Buku</b></h1>

<table>

<tr>

<th><center>ID</center></th>

<th><center>Judul</center></th>

<th><center>Penulis</center></th>

<th><center>Harga</center></th>

<th><center>Deskripsi</center></th>

<th><center>Tgl Entri</center></th>

</tr>

<?php foreach ($books as $book): ?>

<tr>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘id’] ?></td>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘title’] ?></td>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘author’] ?></td>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘price’] ?></td>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘description’] ?></td>

<td><?php echo $book[‘Book’][‘created’] ?></td>

</tr>

<?php endforeach ?>

</table>

Nilai dari variabel $books di file view di atas didapatkan melalui pemanggilan fungsi set() yang terletak di Controller seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Anda bisa menjalankan kode di atas dengan mengetikkan URL http://localhost/CakePHP/books pada web browser. Hasilnya seperti dibawah ini :

Itulah penjelasan mengenai cara membuat Aplikasi PHP dengan CakePHP. Agar lebih cepat paham, Anda bisa langsung mempraktekkannya sekarang !

 

Tinggalkan Komentar
Loading Comments