Rekomendasi Debugging Tools Untuk Aplikasi Android Terbaik

Rekomendasi Debugging Tools Untuk Aplikasi Android Terbaik

Admin
Admin・ 2 Februari 2022
6 min read ・ 723 views

 

Sekarang ini, aplikasi Android menjadi salah satu platform yang banyak digemari oleh para developer perangkat lunak berbasis mobile. Terlebih saat ini sudah semakin banyak rekomendasi debugging tools untuk aplikasi android yang bisa digunakan secara mudah oleh para developer.

Android sendiri pada dasarnya merupakan sebuah sistem operasi (OS) yang dikembangkan oleh Google. Hingga saat ini Android menjadi salah satu sistem operasi yang banyak digunakan dalam perangkat telepon pintar. Sehingga wajar kalau pengembangan aplikasi di OS ini terkesan begitu cepat dan juga dinamis seiring meningkatnya jumlah pengguna smartphone.

Rekomendasi Debugging Tools Untuk Aplikasi Android

Membuat aplikasi Android umumnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebab Anda akan membutuhkan platform atau aplikasi khusus yang memang untuk menunjang pembuatan aplikasi. Tujuannya adalah agar pengembangan aplikasi tersebut sesuai dengan standard an juga ketentuan dari pihak Google selaku pengembang Android.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan aplikasi Android, beberapa rekomendasi debugging tools untuk aplikasi android berikut ini patut dipertimbangkan.

1. Rekomendasi Debugging Tools Untuk Aplikasi Android : Android Studio

Android Studio adalah sebuah Integrated Development Environment (IDEE) yang dikembangkan oleh Google pada tahun 2013 yang lalu. Sesuai namanya, platform ini memang ditujuan untuk proses pembuatan aplikasi berbasis Android. Sehingga Anda bisa membuat dan mengembangkan aplikasi Android secara lebih mudah dan praktis.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh platform ini adalah memungkinkan proses pengujian bisa dilakukan secara langsung. Sehingga Anda tidak membutuhkan perangkat aslinya untuk melakukan pengujian pada aplikasi yang dikembangkan tersebut.

Proses debugging di dalam Android Studio ini bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan Android Device Manager. Jadi kalau ingin melakukan pengujian suatu apps yang sudah dikembangkan, Anda tidak perlu mengunggahnya terlebih dahulu ke ponsel Android. Sebab proses pengujian bisa langsung dilakukan di dalam platform tersebut.

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, namun aplikasi ini juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah kebutuhan resource penggunaan aplikasi yang relatif cukup besar. Kalau ingin menggunakan IDE ini, Anda membutuhkan perangkat hardware yang cukup besar.

Untuk menggunakan platform ini, minimal RAM yang dibutuhkan adalah 4 GB. Namun untuk penggunaan yang lebih optimal, disarankan memiliki perangkat dengan RAM yang lebih tinggi misal 8 GB atau 16 GB dengan processor kelas tinggi. Selain itu, pastikan juga Anda menyiapkan free space yang relatif besar jika ingin menggunakan Android Studio.

2. Eclipse

Rekomendasi deretan platform untuk debugging aplikasi Android yang berikutnya adalah Eclipse. Pada dasarnya, aplikasi ini hampir mirip dengan Android Studio yang sudah dibahas sebelumnya. Fungsi utama dari Eclipse adalah mengembangkan aplikasi Android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.

Di dalam platform debugging Eclipse sendiri terdapat cukup banyak jenis plugin yang bisa digunakan. Keberadaan plugin tersebut memungkinkan para pengguna untuk bisa membuat aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang lainnya sesuai dengan kebutuhan OS.

Jadi kalau Anda memang ingin mengembangkan aplikasi berbasis Android dengan bahasa pemrograman Java, Eclipse adalah pilihannya. Terlebih aplikasi ini juga sudah mendukung penggunaan Object Oriented Programming (OOP) yang cukup familier bagi pengguna Java.

3. Android NDK

Android Native Developer Kit (NDK) merupakan sebuah assets yang juga bisa digunakan untuk proses pengembangan aplikasi Android. Platform ini memungkinkan para developer untuk menggunakan bahasa C dan C# untuk mengembangkan aplikasi Android.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Android NDK adalah memungkinkan para developer untuk menyusun ulang kode program yang dapat diperbarui. Sehingga proses pembuatan aplikasi pun akan menjadi lebih maksimal dan optimal ke depannya.

Selain itu, Android NDK juga termasuk aplikasi yang sudah bisa diintegrasikan dengan Eclipse IDE dan juga Visual Studio. Hal ini memungkinkan para pengembangan aplikasi bisa lebih mudah dalam melakukan kolaborasi mengenai pembuatan aplikasi di Android.

4. Visual Studio Code (VS Code)

Rekomendasi deretan tools berikutnya yang bisa dipakai untuk debugging aplikasi adalah Visual Studio Code (VS Code). IDE yang dikembangkan oleh raksasa komputer Microsoft ini menjadi salah satu platform terbaik yang bisa dipertimbangkan untuk membuat aplikasi.

VS Code menjadi salah satu IDE yang cukup banyak digemari oleh para developer dan programmer. Selain ukurannya yang ringan dan bersifat open source, tampilan User Interface yang dimiliki juga akan memudahkan para developer dalam mengembangkan aplikasi.

Meski menawarkan beberapa kelebihan, namun platform ini juga tidak terlepas dari adanya beberapa kelemahan. Salah satunya adalah ketika ingin menggunakan bahasa pemrograman harus terlebih dahulu menginstal plugins dan assets dari setiap bahasa. Sehingga hal ini terbilang kurang begitu praktis bagi sebagian pengembang aplikasi.

5. Logrange

Rekomendasi debugging tools untuk aplikasi android yang tidak kalah menarik untuk dipertimbangkan selanjutnya adalah Logrange. Platform debugging ini memungkinkan para pengguna untuk bisa membuat aplikasi di perangkat Android secara lebih praktis dan juga mudah.

Logrange merupakan native mobile app development tool yang bisa digunakan untuk pengembangan aplikasi dengan berbagai komponen. Aneka jenis komponen yang dimaksud  tersebut antara lain adalah tab, navigasi, form, dan juga commands.

Sebagai salah satu tools terbaik, Logrange ini termasuk platform yang cukup unggul untuk digunakan. Terlebih aplikasi ini menawarkan beberapa keunggulan dan kelebihan dalam proses pembuatan aplikasi.

Meski demikian, platform ini kurang cocok digunakan untuk mengembangkan aplikasi menggunakan bahasa program standar. Anda membutuhkan bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk mengembangkan aplikasi di platform ini. Misalnya bahasa C, Java, dan lain sebagainya. 

6. Android Stetho

Pilihan tools berikutnya yang bisa digunakan untuk proses debugging aplikasi di Android adalah Stetho. Mungkin masih banyak diantara Anda yang cukup awam dengan platform ini karena memang masih tergolong sebagai platform yang relatif baru.

Stetho adalah library debug aplikasi yang memiliki sifat open-source dan dikembangkan oleh perusahaan Facebook. Library ini memungkinkan para pengembang untuk menggunakan alat debugging chrome sebagai media pemecahan masalah pada lalu lintas jaringan. Sehingga bisa memberikan pengalaman debugging yang kaya dan interaktif untuk pengembang Android.

Meski tergolong sebagai tools debugging yang relatif baru, namun Android Stetho platform ini memiliki sejumlah keunggulan. Beberapa diantaranya mulai dari sifatnya yang open source, proses debug yang interaktif, kegunaan proses debugging yang cukup luas.

Selain memiliki cukup banyak keunggulan, aplikasi ini juga memiliki beberapa kekurangan di dalamnya. Misalnya saja perlu beralih ke antar perangkat untuk melihat log ketika ingin mengecek apakah terjadi eror atau tidak.

Itulah ulasan lengkap mengenai beberapa Rekomendasi debugging tools untuk aplikasi android yang perlu Anda ketahui. Kini dengan adanya beberapa rekomendasi tersebut, Anda tidak perlu merasa kebingungan lagi jika ingin memilih platform terbaik untuk proses debugging aplikasi di perangat Android.

 

Tinggalkan Komentar
Loading Comments